Ini Doa dan Pengharapan Warga Tionghoa Cirebon Kala Imlek

  Sabtu, 25 Januari 2020   Erika Lia
Warga Tionghoa bersembahyang pada malam pergantian tahun baru Imlek 2571.
PEKALIPAN, AYOCIREBON.COM- Rumah-rumah ibadah vihara dan klenteng di Kota Cirebon dimeriahkan warna merah. Lilin-lilin beraneka ukuran, termasuk berukuran raksasa, menghiasi aula-aula.
 
Hio yang dibakar menguarkan aroma khas yang memenuhi seluruh ruangan. Tidak di Vihara Dewi Welas Asih, Vihara Pemancar Keselamatan maupun Klenteng Talang bersuasana serupa sejak Jumat (23/1/2020) malam hingga Sabtu (25/1/2020) kala Tahun Baru Imlek 2571.
 
Ketika hari bergulir malam, rumah-rumah ibadah itu mulai ramai dikunjungi orang yang hendak bersembahyang. Bukan hanya warga Tionghoa yang hendak melaksanakan ritual, warga non Tionghoa pun diperkenankan memasuki vihara dan klenteng untuk menyaksikan kemeriahannya dari dekat.
 
Sebagian orang bahkan menantikan puncak pergantian tahun Imlek pada tengah malam. Karenanya, semakin malam kepadatan di rumah ibadah semakin terasa.
 
Petasan dinyalakan, sebagai simbol pengusiran terhadap roh jahat atau hal buruk. Pasca sembahyang pada malam pergantian tahun, baik vihara dan klenteng dibuka selama beberapa hari ke depan.
 
Normalnya, warga Tionghoa memanfaatkan waktu saat tahun baru dengan saling berkunjung untuk bersilaturahmi. Tradisi ini mirip dengan lebaran.
 
Sejumlah warga Tionghoa menyampaikan pengharapan pada tahun baru ini. Samsul salah satunya, berharap rezeki di tahun ini lebih baik.
 
"Pastinya rezeki lebih baik dan semua hal lebih baik," ungkapnya kepada Ayocirebon.com.
 
Sekretaris Vihara Pemancar Keselamatan (Boen San Tong) di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, ini juga mengharapkan yang terbaik untuk Cirebon khususnya, dan negeri ini umumnya.
 
Dia berharap perekonomian Cirebon lebih baik sehingga kemajuan dan kesejahteraan dapat diraih warganya.
 
Dia pula terutama mendoakan Indonesia yang lebih damai dan lebih baik di tahun ini maupun tahun-tahun mendatang.
 
"Perekonomian Cirebon lebih lancar, Indonesia lebih damai," cetusnya.
 
Warga Tionghoa lainnya, Monic Andriani secara khusus mendoakan sang ibu pada tahun baru ini. Dia berharap sang ibu selalu dilindungi Tuhan.
 
"Semoga ibu selalu sehat, diberi rezeki, dan dilindungi," ucapnya.
 
Dia mengaku, tak memiliki doa khusus untuk dirinya sendiri. Doa terbesarnya hanyalah ditujukan kepada sang ibu yang disayanginya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar