Gasak 14 Minimarket Hingga Merugi Rp420 Juta, Tujuh Perampok Dicokok

  Selasa, 03 Desember 2019   Erika Lia
Kapolres Cirebon, AKBP M Syahduddi menunjukkan sejumlah barang bukti dari tujuh pelaku perampok minimarket di Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Tujuh pelaku pencurian spesialis minimarket dibekuk polisi. Sepanjang 2019, mereka telah menggasak 14 minimarket se-Kabupaten Cirebon.

Aksi para pelaku terbilang telah meresahkan pengusaha ritel. Kerugian akibat perbuatan mereka diperkirakan mencapai Rp420 juta dengan estimasi Rp30 juta/minimarket.

"Sudah 14 minimarket yang jadi sasaran para pelaku," kata Kapolresta Cirebon, AKBP M Syahduddi, Selasa (3/12/2019).

Ketujuh pelaku itu sendiri masing-masing berinisial K (41), RH (29), PS (29), BA (24), HK (22), BH (18), dan MR (18).

Kasus ini sendiri terungkap setelah Polresta Cirebon menerima laporan sejak 16 Oktober hingga 25 November 2019.

Berdasarkan olah TKP dan kesaksian saksi, petugas Polresta Cirebon menemukan dua terduga pelaku, yakni K dan RH sebagai otak di balik pencurian minimarket. Keduanya langsung dibekuk.

Sayang, saat penangkapan di wilayah Kecamatan Mundu kedua pelaku diklaim mencoba melarikan diri. Akibatnya, petugas terpaksa menembak kaki kedua pelaku.

Dari penangkapan K dan RH, polisi melakukan pengembangan hingga kemudian mengamankan lima pelaku lain.

"Kelimanya punya peran dan tugas masing-masing saat beraksi," ujarnya.

Saat beraksi, para pelaku biasanya memanjat dinding minimarket dan menjebol bagian atap maupun plafon.

Dari ketujuh pelaku, tiga orang di antaranya yakni RH, PS, dan BH, memutus jaringan kabel CCTV.

Diketahui, ketiganya memiliki keahlian itu karena pernah bekerja sebagai teknisi CCTV.

Setelah dirasa aman, seluruh pelaku mencuri barang-barang kebutuhan pokok maupun rokok.

Seusai beraksi, para pelaku kembali memanjat dinding minimarket untuk keluar.

Seluruh pelaku kemudian menjadikan barang-barang curian itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Sebagian barang lain dijual dan hasilnya dibagi merata kepada seluruh pelaku," tandasnya.

Salah seorang pelaku, RH mengaku, aksi itu dilakukannya karena terdesak kebutuhan untuk merawat sepeda motornya.

"Awalnya saya butuh uang buat service motor. Saya ajak enam orang lain untuk mencuri di minimarket," bebernya.

RH diketahui pernah bekerja selama sekitar dua tahun sebagai teknisi CCTV di salah satu toko di Kota Cirebon.

Tugasnya kala itu mematikan CCTV pada toko tempat dia bekerja.

Dia menyebutkan, dari setiap hasil curian, sedikitnya Rp4 juta-Rp5 juta dipanen setiap pelaku.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya CCTV, gunting, rokok, serta empat unit sepeda motor.

Kini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, ketujuh pelaku dijerat ancaman sembilan tahun penjara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->