Turun Hujan, Distribusi Air Bersih di Kuningan Disetop

  Selasa, 03 Desember 2019   Erika Lia
Ilustrasi penyaluran air bersih. (ayocirebon/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Pengiriman air ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Kuningan dihentikan seiring turunnya hujan di beberapa daerah.

Diketahui, status darurat kekeringan di Kabupaten Kuningan telah berakhir setelah sejumlah daerah dilanda hujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan, mulai 30 November 2019 status darurat kekeringan di daerah berjuluk Kota Kuda itu telah dicabut.

"Sudah berakhir (status darurat kekeringan) per 30 November 2019," katanya.

Dia menyebutkan, sejumlah daerah telah mengalami turun hujan, sekalipun belum merata.

Namun, pendistribusian air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih telah diakhiri.

Pihaknya mendata, 19 desa di sepuluh kecamatan kekurangan air bersih.Ke-19 desa itu masing-masing Cileuya, Baok, Legok, Cihanjaro, Simpayjaya, Sukasari, Segong, Cimahi, Kalimanggis Wetan, Jambugeulis, Bendungan, Ciwaru, Partawangunan, Sukarasa, Kertawana, Cibulan, Cihideung Girang, Mekarjaya, dan Cipedes.

"Jumlahnya 25.165 jiwa atau 8.131 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekurangan air bersih," ujarnya.

Selama periode 9 Agustus 2019 hingga berakhirnya pendistribusian bantuan air bersih pada 28 November 2019, sebutnya, 2.918.600 liter air telah didistribusikan kepada warga di 19 desa itu.

Selain dari BPBD setempat, bantuan air bersih yang disalurkan berasal pula dari pihak lain, di antaranya Bank BJB Kuningan PDAM Kuningan, Polres Kuningan, Baznas Kuningan, Perhutani Kuningan, dan lainnya.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->