Selain Cirebon, Krisis Air Bersih di Kabupaten Kuningan Meluas

  Jumat, 22 November 2019   Erika Lia
Ilustrasi dampak kemarau. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Meluasnya krisis air bersih pada musim pancaroba tak hanya dialami warga di Kabupaten Cirebon. Ribuan warga di 19 desa se-Kabupaten Kuningan kini mengalami kondisi itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan, ke-19 desa yang krisis air bersih tersebar di sepuluh kecamatan.

AYO BACA : Cara BPBD Majalengka dan Kuningan Antisipasi Bencana Alam

"Total ada 25.165 jiwa atau 8.131 kepala keluarga (KK) yang kekurangan air bersih," ungkapnya.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan. Sekitar sepekan sebelumnya, krisis air bersih dialami 19.473 warga atau 6.333 KK yang tersebar di 15 desa pada tujuh kecamatan.

AYO BACA : Krisis Air Bersih di Kabupaten Cirebon, Simak Sebabnya

Agus menyebutkan, krisis air bersih telah terjadi sejak 9 Agustus sampai kini. Ke-19 desa itu masing-masing Jambugeulis, Legok, Simpayjaya, Sukarasa, Ciwaru, Cihanjaro, Kertawana, Mekarjaya, Sukasari, Partawangunan, Cibulan, Baok, Segong, Cipedes, Cihideung Girang, Cileuya, Kalimanggis Wetan, Cimahi, dan Bendungan.

Untuk membantu warga, pendistribusian bantuan air bersih terus dilakukan, baik oleh BPBD maupun lembaga lain.

"Sampai sekarang sudah 2,72 liter air bersih yang telah didistribusikan kepada warga yang kekurangan," tuturnya.

AYO BACA : Seorang Anak di Kuningan Derita Penyakit Langka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar