Suhu Udara Tinggi Kembali Landa Cirebon, Simak Sebabnya

  Rabu, 20 November 2019   Erika Lia
Ilustrasi -- sejumlah warga beraktivitas di luar ruangan menggunakan topi untuk menghindari sengatan matahari. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Wilayah Cirebon kembali dilanda suhu udara tinggi. Sampai kini, warga masih menanti datangnya musim hujan.

Saat ini, Wilayah Cirebon yang terdiri dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan, masih dilanda musim pancaroba (transisi) dari musim kemarau ke musim penghujan. Sayangnya, hingga Minggu ketiga November suhu udara masih tinggi di wilayah ini.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Kabupaten Majalengka, Devi Ardiansyah menyebutkan, suhu maksimum di Wilayah Cirebon terpantau di Kertajati pada 18 November 2019. Hari itu, suhu udara tercatat 39,1 derajat Celcius.

"Suhu maksimum pada Senin (18/11/2019) terpantau di Kertajati yang mencapai 39,1 derajat Celcius," katanya, Rabu (20/11/2019)

Selain di Kertajati, pemantauan dilakukan pula di dua titik lain se-Wilayah Cirebon, masing-masing Jatiwangi dan Cirebon. Di hari yang sama, suhu udara di Jatiwangi terpantau 38,7 derajat celcius, sedangkan di Cirebon mencapai 38,2 derajat celcius.

AYO BACA : Pascabom Medan, 74 Terduga Teroris Dibekuk

Suhu udara maksimum di Wilayah Cirebon pernah mencapai derajat tertinggi (39 derajat Celcius) pada 22 Oktober 2019. Suhu sempat menurunan menjadi 36-37 derajat celcius. Hanya, dalam beberapa hari terakhir, suhu udara kembali meningkat menjadi 38-39 derajat Celcius.

Dia menerangkan, suhu udara tinggi yang masih berlangsung di Wilayah Cirebon dipengaruhi posisi matahari. Selama September-Desember, matahari berada di selatan ekuator sehingga penyinaran matahari lebih maksimal.

Sebenarnya, lanjut dia, saat posisi matahari berada di selatan ekuator, Wilayah Cirebon mengalami musim hujan. Dengan begitu, penyinaran matahari terhalang tutupan awan sehingga terlalu panas seperti sekarang.

"Tapi, musim hujan di Wilayah Cirebon tahun ini mundur," cetusnya.

Kondisi itu dipengaruhi faktor lokal, regional, maupun global. Praktis, bulan ini pun tak ada tutupan awan yang menghalangi penyinaran matahari.

AYO BACA : Krisis Air Bersih di Kabupaten Cirebon, Simak Sebabnya

Pihaknya memprediksi, awal musim hujan di Wilayah Cirebon mundur dua dasarian atau baru akan tiba pada November dasarian III hingga Desember dasarian I. Sampai kini, Wilayah Cirebon masih pada masa pancaroba dari kemarau ke penghujan.

"Tapi, kami prakirakan suhu udara tinggi hanya akan berlangsung sampai tiga hari ke depan," sambungnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan pantauan citra satelit, sudah mulai terlihat ada pembentukan awan, sekalipun masih tipis. Kondisi itu pun akan membuat suhu udara akan mulai turun.

Selama masa pancaroba, masyarakat di Wilayah Cirebon diingatkan akan ancaman hujan lebat berdurasi singkat pada siang hingga sore hari. Hujan itu biasanya disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu, suhu udara yang tinggi dikeluhkan warga Cirebon. Tak sedikit di antaranya yang memanfaatkan pendingin ruangan (AC) maupun kipas angin untuk menyejukkan diri dan ruangan tempatnya berada.

Seperti dialami Karno, warga Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, yang memasang pendingin ruangan di rumahnya.

"Nggak tahan, panas sekali suhu udaranya. Kipas angin saja jadi tidak cukup, akhirnya saya putuskan beli AC untuk di rumah," ungkapnya seraya berharap suhu udara menurun dan musim penghujan segera tiba.

AYO BACA : Tumpukan Kereta Bekas di Stasiun Cikaum Terbakar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar