Ribuan Ruang Kelas di Kabupaten Cirebon Butuh Perbaikan

  Kamis, 14 November 2019   Erika Lia
Ruang kelas SMPN 2 Plumbon yang ambruk pada Selasa (1/10/2019) yang disinyalir akibat lapuknya bangunan. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 3.662 ruang kelas yang tersebar di 885 sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Cirebon rusak.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Aset dan Data Sekolah Dasar Bidang Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Pancawala Sulistianto menyebutkan, kerusakan ribuan ruang kelas itu terdiri dari kategori ringan hingga sedang.

Dari jumlah 3.662 ruang kelas yang rusak, tahun ini telah direhab 368 ruang kelas. Kelas yang direhab itu terkategori rusak berat. "Jadi, ruang kelas yang perlu direhab 3.294 unit lagi," katanya, Kamis (14/11/2019).

AYO BACA : 435 Ruang Kelas se-Kabupaten Cirebon Rusak

Secara keseluruhan, sampai 2019 jumlah ruang kelas SD se-Kabupaten Cirebon sebanyak 5.989 unit. Jumlah itu telah ditambah 24 ruang kelas baru yang dibangun tahun ini.

Meski telah dilakukan penambahan ruang kelas baru, nyatanya jumlah ruang kelas di Kabupaten Cirebon belum seimbang dengan jumlah rombongan belajar (rombel) pada tingkat SD. Dia menyebutkan, terdata jumlah 6.199 rombel SD tahun ini.

"Kalau melihat rasio rombel dengan ruang yang ada, belum seimbang. SD di Kabupaten Cirebon masih membutuhkan 210 lokal ruang kelas," bebernya.

AYO BACA : Kelasnya Rusak, Siswa SDN Sukamelang III Dihantui Ketakutan

Sejauh ini, pihaknya telah meminta setiap kepala sekolah melaporkan ruang kelas rusak. Bila ditemukan ruang kelas rusak berat, pihak sekolah diingatkan untuk mengosongkannya dari kegiatan belajar mengajar.

"Sejak 2017 kami berikan surat edaran kepada setiap sekolah untuk melaporkan bila ada kelas rusak," cetusnya.

Surat edaran diberikan mengingat keterbatasan personil pengawas dari Disdik.

Dia menegaskan, dengan surat edaran yang telah diberikan itu, tanggung jawab terletak di tangan kepala sekolah masing-masing.

"Kami sudah edarkan surat itu. Jadi, kalau masih ada ruang kelas yang rusak tetap digunakan, kepala sekolah harus tanggungjawab bila terjadi apa-apa," tegasnya.

AYO BACA : Kepala Sekolah Diinstruksikan Lapor Kerusakan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->