Ayo Belajar Fintech di Cirebon Fintech Festival 2019

  Sabtu, 09 November 2019   Erika Lia
Cirebon Fintech Festival (CFF) 2019 digelar KPwBI Cirebon selama dua hari ini, sebagai ruang edukasi soal fintech.

KESAMBI, AYOCIREBOM.COM -- Mendorong inovasi ekonomi dan keuangan digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar Cirebon Fintech Festival (CFF) 2019, sejak Sabtu (9/11/2019) hingga Minggu (10/11/2019) esok.

Kepala KPwBI Cirebon, Fadil Nugroho mengatakan, festival yang dilaksanakan di CSB Mal itu dimaksudkan sebagai upaya mengedukasi publik ihwal perkembangan teknologi.

"Kami ingin memberi pemahaman terkait perkembangan teknologi yang mendorong inovasi ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi," katanya, hari ini.

Pemahaman kepada masyarakat terkait perkembangan teknologi itu, imbuhnya, khususnya ekonomi digital, inklusi keuangan, dan ekosistemnya.

Dalam kegiatan ini, industri/pelaku fintech didudukkan sebagai narasumber langsung untuk memberi pemahaman soal implementasi teknologi finansial.

Tak hanya itu, CFF juga dimaksudkan menginspirasi generasi muda dan startup lokal, khususnya di Wilayah Cirebon, untuk berinovasi di bidang teknologi keuangan digital.

"Kami juga ingin mengenalkan ada alternatif transaksi pembayaran dan inovasi keuangan secara digital yang efektif dan efisien untuk mendorong kegiatan ekonomi pelaku usaha dan masyarakat," papar Fadil.

CFF pun diharapkan dapat memberi pengalaman langsung kepada masyarakat dalam bertransaksi keuangan digital, menggunakan Quick Response Indonesian Standar (QRIS).

"QRIS ini dapat ditransaksikan di merchant penyelenggara fintech dalam kegiatan," ujarnya.

Di sisi lain, CFF menjadi ruang konsultasi dari regulator maupun industri, yang luas dan terbuka kepada masyarakat umum maupun pelaku usaha, untuk menggunakan layanan fintech, baik di bidang sistem pembayaran maupun lending/funding.

AYO BACA : Setahun, Nilai Transaksi Fintech Meningkat

Pihaknya juga berharap, CFF membuka peluang dan sebagai jalan hadirnya kolaborasi antara para penyelenggara fintech, pemerintah daerah, industri, dan para pemangku kepentingan.

Menurut Fadil, mempertimbangkan peran fintech dalam ekosistem keuangan digital yang saling terkait, sinergi para pemangku kepentingan, baik regulator maupun pelaku, menjadi penting.

"Sinergitas itu penting untuk memberi efek positif bagi perkembangan ekonomi dan keuangan digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," tegasnya.

Karenanya, kegiatan ini melibatkan pula Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Industri Startup, dan pelaku usaha lain.

Kegiatan Fintech Festival akan diselenggarakan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu talkshow dan ekshibisi Fintech.

Talkshow sendiri berupa pemaparan dan diskusi interaktif mengenai topik-topik yang berkaitan dengan teknologi dan digital ekonomi, khususnya fintech.

"Dipaparkan oleh para ahli, baik dari regulator, pelaku bisnis fintech, dan narasumber lain," cetusnya.

Sementara, dalam ekshibisi fintech dihadirkan booth para penyelenggara fintech untuk konsultasi/coaching clinic kepada masyarakat atau pelaku bisnis dalam penggunaan layanan fintech.
Layanan yang dapat dilakukan, seperti pendaftaran merchant (Merchant on Boarding QRIS), layanan top up Uang Elektronik (UE), pembiayaan online, dan lainnya.

Ada pula booth produk/merchant yang dihadirkan untuk memberi pengalaman langsung kepada masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan digital, menggunakan QRIS yang dapat ditransaksikan di merchant penyelenggara fintech selama kegiatan.

Tak ketinggalan, ditampilkan pula sejumlah hiburan dari artis nasional dan lokal, tari tradisional dan modern, standup comedy, sampai doorprize dan permainan lain.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->