Hasil Pilwu Desa Karanganyar Diprotes

  Selasa, 05 November 2019   Erika Lia
Protes hasil pilwu, massa dari Desa Karanganyar berunjukrasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Selasa (5/11/2019). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Pemilihan Kuwu (kepala desa) Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, diprotes. Sebagian warga yang mengaku dari Desa Karanganyar mengindikasi kecurangan.

Protes itu disampaikan dengan mendatangi Kantor Bupati Cirebon, Selasa (5/11/2019). Mereka berunjukrasa sekaligus mempertanyakan legalitas mekanisme pelaksanaan pemilihan kuwu (pilwu) serentak pada 27 Oktober lalu.

Massa yang datang mencurigai keterpilihan salah satu dari empat calon kuwu dalam pilwu tersebut. Mereka menduga praktik kecurangan oknum panitia pilwu di Desa Karanganyar dan bahkan menolak hasilnya.

"Kami menilai banyak kecurangan oleh panitia pilwu yang memenangkan salah satu calon. Jika tidak diselesaikan, kami menolak pelantikan pilwu nanti," ungkap seorang warga, Tarsid.

AYO BACA : Amankan Pilwu, Personel Polres Cirebon Terapkan Buddy System

Dugaan kecurangan itu, imbuhnya, di antaranya berupa penggelembungan suara. Banyak warga yang tak mencoblos, tapi hak suaranya diduga digunakan untuk memenangkan salah satu calon.

"Ada juga warga yang seharusnya masuk DPT, tapi tak tercatat dan otomatis tak mendapat undangan mencoblos," tambahnya.

Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengusut ihwal ini. Mereka mengancam aksi serupa, bahkan menolak pelantikan kuwu, bila tuntutan itu tak direspon.

Sementara, Ketua Tim Pengawas Pilwu Serentak Pemkab Cirebon, Zaenal Abidin berjanji segera menindaklanjuti hal ini. Pasca pilwu, pihaknya membuka kesempatan untuk melaporkan dugaan kesalahan pelaksanaannya sesuai aturan yang berlaku.

AYO BACA : Personel Pengamanan Pilwu Kabupaten Cirebon Dilarang Bawa Senpi

"Sesuai aturan, maksimal tiga hari setelah pencoblosan, diberi waktu untuk menggugat hasil pilwu. Kami lalu akan tindaklanjuti aduan bersama tim pengawas gabungan," bebernya.

Selain Desa Karanganyar, sejauh ini pihaknya telah menerima gugatan hasil pilwu dari 19 desa. Laporan yang masuk didominasi pada dugaan penggelembungan suara.

Dia menjelaskan, sesuai peraturan bupati (perbup), tim akan memanggil panitia pelaksana pilwu di 19 desa yang mengajukan aduan untuk ditindaklanjuti. Selain memeriksa pelapor maupun terlapor, bila dibutuhkan, pemeriksaan saksi pun akan dilakukan.

"Mulai hari ini kami terus melakukan pemeriksaan terhadap desa yang melapor, termasuk Desa Karanganyar," tuturnya.

Berdasarkan perbup, pihaknya diberi waktu 30 hari untuk memutuskan setiap laporan sebelum kemudian dilaporkan kepada bupati.

Ke-19 desa itu sendiri masing-masing Desa Guwa Lor di Kecamatan Kaliwedi, Desa Suranenggala Kulon di Kecamatan Suranenggala, Desa Buyut di Kecamatan Gunungjati, Desa Mundumesigit di Kecamatan Mundu, Desa Beber di Kecamatan Beber, Desa Bode Lor di Kecamatan Weru, Desa Grogol di Kecamatan Kapetakan, Desa Kalirahayu di Kecamatan Losari, Desa Sutawinangun di Kecamatan Kedawung.

Lalu Desa Karanganyar di Kecamatan Panguragan, Desa Pabedilan Kidul di Kecamatan Pabedilan, Desa Danawinangun di Kecamatan Klangenan, Desa Gegesik di Kecamatan Gegesik, Desa Cempaka di Kecamatan Talun, Desa Kanci di Kecamatan Astanajapura, Desa Dompyong Wetan di Kecamatan Gebang, Deda Gebangudik di Kecamatan Gebang, dan Desa Kertawinangun di Kecamatan Jamblang.

AYO BACA : Pilwu di Kabupaten Cirebon Rentan Timbulkan Gangguan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->