Terduga Teroris W Dua Tahun Bekerja di PLN Tasikmalaya

  Jumat, 18 Oktober 2019   Erika Lia
Penggeledahan di rumah terduga teroris W di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/10/2019). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

TENGAHTANI, AYOCIREBON.COM -- Terduga teroris berinisial W yang diamankan di Asia Toserba, Kota Cirebon, diakrabi sebagai sosok pendiam. Selama sekitar dua tahun, warga mengenalnya bekerja di PLN Tasikmalaya.

Jumat (18/10/2019) siang, Tim Densus Anti Teror bersama Polres Cirebon Kota menggeledah kediaman W di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Ketua RT 3/2 Desa Kalitengah, Uup Paslah (53) mengaku, tak menyangka W diduga terlibat dalam jaringan teroris mengingat profilnya yang pendiam.

"Tidak menyangka, orangnya pendiam dan sering main sama ayahnya," ungkap Uup.

Kedekatan dengan sang ayah yang sehari-hari berjualan kue, dimungkinkan mengingat W merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

W diketahui merupakan siswa lulusan sekolah teknik menengah (STM) yang sudah selama sekitar dua tahun bekerja di PLN Tasikmalaya.

Bila pun pulang ke Cirebon, imbuhnya, W nyaris tak pernah keluar rumah.

"Kalau pulang ke sini (Cirebon), ya diam saja di rumah," ujarnya.

W sendiri diamankan Tim Densus 88 Anti Teror kala tengah menemani sang kakak berbelanja kebutuhan pernikahan di Asia Toserba, Kamis (17/10/2019).

Pihak berwenang menyebut W sebagai salah satu anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kalitengah, Jaenal Lukman (31) membeberkan, suatu kali rumah W pernah kedatangan rombongan tamu yang mengenakan pakaian jubah dan bersorban.

"Tapi, saya tidak terlalu curiga karena kedatangannya bersifat positif, yakni untuk acara tabligh," tuturnya.

Meski begitu, dia tak menampik sempat cemas mengingat profil semacam tamu-tamu asing itu tengah disorot.

Menurut Jaenal, W mulai mengalami perubahan, terutama penampilan, sejak bekerja di luar kota.

Lebih jauh, pihaknya akan berupaya mengimbau seluruh warganya untuk berhati-hati.

Pihaknya sendiri selama ini sudah membatasi kunjungan setiap tamu asing yang datang. "Harus melapor 1x24 jam. Lebih dari itu,  tidak kami perkenankan," tegasnya.

Dalam penggeledahan di kediaman W sendiri, petugas menyita barang bukti, di antaranya sebilah pedang, laptop, handphone, aki, buku tulis berisi catatan tentang jihad, dan jaket.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->