Dosen UGJ Cirebon Korban Pecah Kaca Mobil, Bahan Disertasi Raib

  Kamis, 10 Oktober 2019   Erika Lia
ilustrasi. (Pixabay)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Seorang dosen Universitas Gunung Jati (UGJ) di Kota Cirebon harus menelan pil pahit setelah bahan disertasi untuk program doktoralnya di Universitas Gajah Mada (UGM) raib digondol orang tak dikenal dari dalam mobil.

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi bernama Khaerudin Imawan itu menjadi korban kasus pencurian pecah kaca mobil, di salah satu penginapan yakni Guest House Colonial di Jalan Kanggraksan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (9/10/2019) malam.

"Saya parkir mobil di halaman depan guest house, bermaksud menyimpan Infocus (salah satu merk dagang LCD Proyektor) dan layar di dalam ruangan untuk acara rapat pimpinan UGJ hari ini," bebernya kepada ayocirebon.com, Kamis (10/10/2019).

Sedianya pihak panitia menyewa salah satu ruangan di penginapan tersebut untuk rapat pimpinan hari ini. LCD proyektor dan layarnya yang dititipkan Khae, demikian korban biasa disapa, menjadi salah satu kelengkapan untuk rapat dimaksud.

Setelah menyimpan proyektor dan layar di ruang tujuan, Khae pun berniat melongok ruangan lain. Namun, belum lagi niatan itu terpenuhi, dirinya mendengar kehebohan di luar penginapan.

"Keseluruhan proses sejak saya keluar mobil dan menyimpan proyektor di dalam ruangan tak sampai 3 menit, kalau berdasar rekaman CCTV guest house yang saya lihat. Saya kemudian mendengar orang-orang meneriakkan maling di luar," kata Khae yang juga dikenal sebagai jurnalis televisi ini.

Dia pun langsung melesat ke halaman parkir dan belakangan mengetahui kaca mobil belakangnya dipecah orang tak dikenal.

Beberapa orang diketahui sempat mengejar pelaku, termasuk seorang petugas penginapan. Namun, pelaku yang diduga dua orang berhasil meloloskan diri mengendarai sepeda motor.

Saat dicek, Khae kehilangan tas berisi laptop, flashdisk, charger handphone dan laptop, jam tangan, maupun berkas-berkas perkuliahan. Nilai kerugian yang diderita Khae sedikitnya Rp7 juta.

Khae mengungkapkan, yang paling memberatkan hati dari peristiwa itu adalah kehilangan bahan-bahan untuk disertasinya.

Hampir tiga tahun terakhir, dirinya menempuh pendidikan program doktoral. Salah satu materi yang tersimpan dalam laptopnya berupa bahan hasil kajian sidang ujian proposal disertasi.

"Yang tidak dapat diselamatkan itu hasil revisi untuk dikonsultasikan dengan pembimbing dan penguji sebagai syarat menempuh tahap penelitian berikutnya. Bahan itu saya simpan dalam laptop yang hilang," tuturnya.

Khae sebenarnya telah mencadangkan bahan penting itu dalam flashdisk. Sayangnya, flashdisk tersebut disimpan pula dalam tas penyimpan laptop yang hilang digondol maling.

"Lieur (bingung), hati ini berasa lemes (lemas), Mbak," ujarnya menggambarkan suasana hatinya saat ini, mengingat Minggu depan merupakan deadline dirinya harus mengirimkan hasil revisi bahan hasil kajian sidang ujian proposal disertasi.

Dia pun kini harus berupaya mengumpulkan kembali daftar pustaka file pdf lebih dari 400 judul buku asing dan jurnal internasional.

Khae sendiri diketahui mengangkat ihwal kontestasi para agen dalam digitalisasi musik tarling sebagai bahan penelitiannya.

Rencananya, dia pun akan mengurus persoalan ini ke UGM Senin depan. Khae pun berharap kebijaksanaan dari pihak kampus yang berlokasi di Yogyakarta itu.

Pasca kejadian, Khae sendiri telah melaporkannya ke kepolisian. Sejauh ini, diri ya belum menerima kabar menggembirakan atas perkembangan kasus itu.

"Polisi katanya masih mendalami CCTV," cetusnya.

Dari hasil kesaksian beberapa orang di lokasi kejadian, diduga pelaku pecah kaca mobil berjumlah dua orang. Seorang di antaranya bertindak sebagai eksekutor yang memecah kaca mobilnya, sedangkan seorang lain menanti di tepi jalan di atas sepeda motor matic untuk melajukan kendaraannya.

Dia pun kini hanya bisa pasrah dan mengharapkan kemudahan dalam proses program doktoralnya ke depan. Sejauh ini, dirinya banyak menerima tawaran bantuan untuk mengetik ulang bahan disertasinya.

"Membuat ulang tetap harus pakai otak dan konsentrasi tinggi," tandasnya mengisyaratkan proses yang harus dia tempuh akibat tindak kriminal ini tergolong berat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->