Jelang Pilwu Kabupaten Cirebon, Batu Kursi Tarik Atensi

  Kamis, 10 Oktober 2019   Erika Lia
Batu Kursi yang ramai jadi tujuan para calon kuwu (kepala desa) jelang Pilwu Kabupaten Cirebon. (Erika Lia/ayocirebon)

GREGED, AYOCIREBON.COM -- Jelang Pemilihan Kuwu (Kepala Desa) atau Pilwu di Kabupaten Cirebon, sebuah batu di Desa Greged, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, menarik atensi mereka yang berkepentingan.

Pilwu menjadi salah satu momentum ketika praktik mistis mulai dijalankan para si empunya kepentingan, atau sebut saja para calon kuwu (kepala desa). 

Tak ayal, paranormal atau dukun menjadi pihak yang pula diandalkan jelang pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Cirebon dalam lima tahun sekali ini.

Bukan hanya memanfaatkan jasa paranormal, benda-benda yang disebut-sebut bertuah pun tak jarang menjadi incaran pengharapan.

Salah satu benda yang konon bertuah di Desa Greged dikenal sebagai Batu Kursi. Batu di kebun milik seorang warga setempat, Uyi, itu diberi nama sesuai bentuknya yang menyerupai kursi.

"Katanya sih bisa mengabulkan permintaan siapa saja yang duduk di atasnya," kata seorang tokoh masyarakat Desa Greged, Puri.

Pada momen ini, salah satu permintaan yang dimaksud Puri berkaitan dengan jabatan, termasuk dalam konteks pilwu kali ini.

Menurutnya, jelang pilwu, lebih banyak orang yang datang ke Batu Kursi. Biasanya mereka datang seraya membawa makanan seperti sate, serabi, hingga rokok sebagai sesajen.

Orang-orang yang datang rata-rata memulai aktivitas dengan berdoa, barulah kemudian duduk di atas batu. Sebelum 'ritual' ini, warga setempat kerap dimintai izin lebih dulu.

"Biasanya dilakukan malam hari supaya tidak ada yang melihat," ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Greged lainnya, Edi menambahkan, Batu Kursi itu sudah lama ada di desa tersebut.

Batu itu bahkan pernah diteliti sejumlah arkeolog Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Badan Pengembangan Sumber Daya Balai Arkeologi Bandung yang dipimpin Lutfi Yondri sebagai ketua tim dan enam anggota peneliti, pada 2011.

Tidak banyak informasi yang diperoleh dari batu kursi dan susunan batu monolit di atas batu punden itu.

Selain diketahui sudah ada sejak lama, Batu Kursi itu diketahui berasal dari bongkahan batu andesit yang diperkirakan dipahat, sebagian di antaranya untuk mendapatkan bidang datar dan bidang senderan.

"Kemungkinan wilayah ini dulu tempat berkumpul. Batu kursi bisa jadi berfungsi sebagai tempat duduk orang yang dituakan atau memegang jabatan penting dalam kelompok ketika itu," paparnya memperkirakan.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->