Pulihkan Ekosistem, Pendakian Gunung Ciremai Masih Ditutup

  Rabu, 25 September 2019   Erika Lia
Ilustrasi - Petugas gabungan terkepung kobaran api dan kepulan asap saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Pendakian di Gunung Ciremai masih ditutup hingga kini. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) belum dapat memastikan sampai kapan kebijakan itu berlaku.

Pasca kebakaran selama beberapa hari pada awal Agustus lalu, jalur pendakian di Gunung Ciremai hingga memasuki akhir September ini masih ditutup. Sementara, minat mendaki dari publik terus berdatangan.

"Pendakian masih kami tutup sampai sekarang," kata Kepala BTNGC, Kuswandono kepada ayocirebon.com, Rabu (25/9/2019).

Pihaknya belum dapat memastikan pembukaan kembali jalur pendakian di Gunung Ciremai. Untuk ini, pihaknya akan mengamati perkembangan situasi di lapangan.

Penutupan jalur pendakian dimungkinkan akan diberlakukan sepanjang musim kemarau dan baru dibuka pada musim penghujan. Alasannya, melindungi gunung dari ancaman kebakaran kembali.

"Selain itu, kondisi di atas gunung juga belum bersahabat untuk kegiatan pendakian," cetusnya.

Pada musim kemarau ini, tetumbuhan di Gunung Ciremai tengah 'berjuang' menghadapi kegersangan. Penutupan dilakukan sebagai upaya pemulihan ekosistem di gunung tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, sendiri telah memprediksi awal musim hujan akan terjadi mulai November Dasarian II atau pada 11-20 November 2019.

"Pada November Dasarian II itu awal musim hujan diprakirakan akan melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuningan, meliputi Kecamatan Ciawigebang, Kalimanggis, Cidahu, Lebakwangi, Luragung, Cibeureum, Karangkancana, dan Cibingbin," ungkap prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn.

Hujan yang akan terjadi di kecamatan-kecamatan itu, imbuhnya, diprediksi bersifat normal. Hujan di wilayah lain kemudian akan menyusul di waktu-waktu berikutnya.

Dia menyebutkan, awal musim hujan 2019/2020 di Wilayah Cirebon rata-rata mengalami kemunduran dibanding periode lalu akibat fenomena el nino berkategori lemah. Di Cirebon misalnya, awal musim hujan 2019/2020 diprakirakan mundur 1-2 dasarian (10-20 hari) dibanding normalnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->