'Kompensasi' Cipali, Indramayu Ingin Exit Tol Tambahan

  Jumat, 13 September 2019   Erika Lia
Kendaraan antre di gerbang tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). (Antara/Dedhez Anggara)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Penurunan sektor ekonomi akibat keberadaan Tol Cipali membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mendorong pemerintah pusat menambah sejumlah exit tol di wilayah Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu Supendi menyebutkan, exit tol setidaknya dibutuhkan di Kecamatan Gantar untuk menuju Ujunggebang, Kecamatan Sukra, sebagai akses ke Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang.

Selain itu, dibutuhkan pula exit tol Kecamatan Terisi menuju kawasan industri dan Pelabuhan Losarang. "Tambah juga exit tol untuk menuju embarkasi haji Kecamatan Lohbener," katanya, belum lama ini.

Penambahan exit tol di sejumlah lokasi di Kabupaten Indramayu menjadi salah satu rekomendasi Supendi, sebagai 'kompensasi' atas dampak beroperasinya Tol Cipali yang mengakibatkan penurunan sektor ekonomi.

AYO BACA : Cek Fakta! Ciptakan Hujan Lewat Garam di Baskom

Selain penambahan exit tol, pemerintah pusat didorong pula mempercepat pembangunan Losarang demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan kawasan ekonomi khusus di Karangsong dan Pulau Biawak juga didorong segera dilakukan pemerintah pusat. Pemkab Indramayu juga mengharapkan pembangunan jalur kereta api dari Pelabuhan Losarang ke Stasiun Kereta Api Terisi.

"Kami juga mendorong segera menyelesaikan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2011-2031," ujarnya.

Beberapa rekomendasi itu dinilai sebagai solusi bagi perkembangan dan penguatan kembali perekonomian di Kabupaten Indramayu.

AYO BACA : ACT dan Brotherhood Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Lombok

Sementara, Ketua Tim Kajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Kolonel Laut Supendi saat di Indramayu tak menampik beroperasinya Tol Cipali pada 2015 telah berdampak turunnya perekonomian di jalur pantura Indramayu.

"Pelaku usaha kuliner ataupun oleh-oleh mengalami penurunan omzet yang drastis, bahkan ada yang bangkrut hingga menutup tempat usaha," ungkapnya.

Perekonomian lokal sepanjang kota-kota pantura juga menurun. Hasil studi yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, lanjutnya, menunjukkan 70% restoran tutup, 30% usaha anjlok, dan 70% omzet SPBU turun.

Secara mikro, di Pekalongan, Jawa Tengah, penjualan batik anjlok 70%. Tak ubahnya dengan penjualan telur asin di Kabupaten Brebes, Jateng, turun lebih dari 50%.

Dalam hal ini, Kabupaten Indramayu tampak sebagai daerah yang mengalami dampak ekonomi cukup besar akibat keberadaan Tol Cipali. Menurutnya, diperlukan pengkajian mendalam untuk mendapat berbagai data dan informasi guna menemukan solusinya.

"Selain Tol Cipali, kami juga antisipasi Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, dan lainnya, sehingga perlu dilakukan antisipasi," ujarnya.

Pihaknya berjanji membawa persoalan yang muncul di Kabupaten Indramayu ke pusat sebagai bahan kebijakan untuk menentukan langkah selanjutnya.

AYO BACA : N-219, Pesawat Pembawa Semangat Habibie Terus Digenjot

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->