Perbaiki Citra Keamanan, Pemkot Cirebon Akan Perbanyak CCTV

  Selasa, 10 September 2019   Erika Lia
Sejumlah preman dicokok aparat, Selasa (10/9/2019), sebagai hasil operasi pekat Polres Cirebon Kota yang tengah digencarkan pasca penusukan santri Mohaman Rozien (17).

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berencana memperbanyak kamera pengawas (CCTV) sebagai salah satu upaya peningkatan sekaligus mengubah citra keamanan, pasca penusukan santri Mohamad Rozien (17) dari Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengungkapkan, ruas-ruas jalan yang ramai se-Kota Cirebon menjadi target penambahan jumlah CCTV. Bukan hanya pemerintah daerah, pihak swasta pun diharapkan berpartisipasi dalam pengadaannya.

"Kami akan memperbanyak CCTV di ruas-ruas jalan yang ramai yang mungkin terjadi gesekan. (Pengadaannya) bisa pemda, bisa pula swasta," katanya kala konferensi pers bersama media massa ihwal keamanan Kota Cirebon pasca peristiwa penusukan Rozien di Balai Kota Cirebon, Selasa (10/9/2019).

Selain memperbanyak CCTV, pihaknya bersama Polri, TNI, dan instansi terkait lain juga dengan meningkatkan patroli. Masyarakat pula diajak melakukan deteksi dini kejahatan.

Premanisme khususnya, akan menjadi sasaran pihaknya dalam upaya meningkatkan keamanan. Namun, dia menekankan, tindakan tegas hanya akan dijatuhkan kepada oknum preman yang terlibat tindakan kriminal.

"Kalau memang ada preman yang terindikasi berbuat kriminal, bisa diamankan. Masyarakat bisa lapor pihal berwenang atau menelepon call center 112," tuturnya.

Dia meyakini, pengawasan secara bersama-sama akan melunturkan niat jahat seseorang. 

Penegakan peraturan daerah (perda) tentang ketertiban umum pun akan digencarkan, salah satunya perda soal minuman beralkohol (mihol) nol persen.

Selain mihol, pengawasan terhadap obat-obatan juga akan ditingkatkan, mengingat diketahui pelaku pembunuh Rozien mengonsumsi obat-obatan keras sebelum beraksi.

"Patroli untuk penegakan perda mihol nol persen terus berjalan dan akan kami tingkatkan. Begitu juga patroli ke toko-toko obat untuk mengawasi peredarannya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dia meyakinkan publik melalui pewarta yang hadir, Kota Cirebon aman dikunjungi. Kejadian yang menimpa Rozien sejatinya bisa terjadi pula di kota lain.

"Bukti Kota Cirebon aman adalah ketika pihak berwenang berhasil menangkap pelaku sehari setelah kejadian," tegasnya.

Sementara, diketahui kedua pelaku penyerang Rozien, YS dan RM tercatat sebagai warga Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Camat Lemahwungkuk, Ma'ruf Nuryasa yang turut mendampingi Azis mengatakan, berencana melakukan pendampingan terhadap orang tua pelaku. Mereka, katanya, juga merupakan korban atas perbuatan sang anak.

"Mereka (orang tua pelaku) rentan dari sanksi sosial, bisa dikucilkan masyarakat sekitar, bisa sakit pula karena itu. Tapi, pendampingan ini tergantung persetujuan orang tua pelaku," tuturnya.

Pendampingan terhadap orang tua pelaku akan diberikan tim yang terdiri dari psikolog maupun ustad selaku pemuka agama. Tim ini disiapkan pihak kecamatan bekerjasama Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kota Cirebon.

Rencananya, tim ini pula akan memberikan konseling kepada warga dengan berkeliling ke wilayah-wilayah se-Kecamatan Lemahwungkuk yang dipetakan rentan kriminalitas.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan para lurah, danramil, maupun kapolsek setempat untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan masyarakat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, di setiap kelurahan se-Kecamatan Lemahwungkuk.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mengusulkan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah dan yang tak memiliki pekerjaan. Semoga ini bisa jadi langkah solutif bagi warga untuk menekan angka kriminalitas akibat faktor ekonomi," paparnya.

Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, imbuhnya, pihaknya juga mengagendakan sosialisasi terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tak ketinggalan, rencana melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bila ada anak-anak yang terlibat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar