Status Tanah Jadi Kendala Revitalisasi Pasar di Indramayu

  Selasa, 27 Agustus 2019   Republika.co.id
Ilustrasi pasar. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Kasi Sarana dan Pembinaan Administrasi Pasar Disperindagkop Kabupaten Indramayu, Mohammad Sumarno menjelaskan, total keseluruhan pasar yang terdapat di daerahnya sebanyak 13 pasar. Empat di antara pasar-pasar tersebut kondisinya mengkhawatirkan antara lain di Pasar Patrol, Pasar Haurgeulis, Pasar Anjatan, dan Pasar Indramayu.

''Tapi untuk Pasar Anjatan, saat ini sedang proses renovasi. Begitu pula Pasar Indramayu, kini sedang dibangun pasar baru di lahan relokasi,'' ujar Sumarno, Selasa (27/8/2019).

AYO BACA : Desa di Cirebon dengan Krisis Air Diperkirakan Bertambah

Sumarno menyatakan, untuk revitalisasi Pasar Anjatan yang kini sedang berlangsung, anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp1,6 miliar. Sedangkan relokasi dan pembangunan pasar baru untuk Pasar Indramayu, anggarannya berasal dari bantuan provinsi (banprov) senilai Rp10 miliar.

''Pasar Indramayu yang baru ditargetkan selesai sebelum 31 Desember 2019,'' terang Sumarno.

AYO BACA : Demi RTH, Puluhan PKL di Bantaran Sungai Cimanuk Indramayu Bakal Direlokasi

Untuk Pasar Haurgeulis, hingga saat ini belum ada rencana revitalisasi maupun relokasi. Sedangkan untuk Pasar Patrol, rencananya pada tahun ini akan dilakukan pengadaan tanah guna relokasi.

Sumarno mengaku, status tanah dari pasar-pasar daerah selama ini menjadi kendala dalam proses revitalisasi. Dari 13 pasar daerah, hanya empat pasar yang statusnya milik Pemkab Indramayu. Yakni, Pasar Jatibarang, Pasar Indramayu, Pasar Sukra dan Pasar Kandanghaur.

''Lainnya berstatus tanah desa. Jadi pemda menyewa kepada desa dan membayar kepada tiap tahunnya '' tandas Sumarno.

AYO BACA : PDIP Kabupaten Majalengka Target Tambah Jumlah Kursi di Pemilu 2024

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->