Tiga Kampung di Kota Cirebon ini Diproyeksi Jadi Kampung Wisata

  Selasa, 13 Agustus 2019   Erika Lia
Ketua RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menunjukkan sebagian kain Batik Kriyan yang dibuat warga sekitar menggunakan pewarna alami. Kampung Kriyan Barat menjadi salah satu dari tiga kampung yang diproyeksikan sebagai kampung wisata di Kota Cirebon. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Tiga kampung di Kota Cirebon diproyeksikan sebagai kampung wisata. Diatur agar menarik atensi para turis, tingkat kunjungan wisatawan ditarget meningkat.

Ketiga kampung itu masing-masing kampung wisata Kanoman Utara dan kampung batik Kriyan di Kecamatan Lemahwungkuk, serta kampung Bendakerep di Kecamatan Argasunya. Kampung batik Kriyan di Kelurahan Pegambiran, tepatnya di RW 17 Kriyan Barat, diketahui dimasukkan menyusul.

"Semula dua kampung saja, tapi kemudian menjadi tiga. Kampung batik Kriyan mendadak dimasukkan belum lama ini," ungkap pengolah data Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon Mustofa, tidak lama ini kepada ayocirebon.com.

Detail engineering desain (DED) untuk ketiga kampung wisata itu akan disusun tahun ini. Dibutuhkan setidaknya Rp50 juta-Rp100 juta untuk DED satu kampung wisata.

Dia menerangkan, dalam DED akan dikaji kelayakan tiap-tiap kampung tersebut. Rencananya, dua kampung yakni Kanoman Utara dan Bendakerep akan diluncurkan sebagai kampung wisata pada Desember 2019.

AYO BACA : Permintaan 35 Legislator Baru Kota Cirebon Kala Pelantikan

"Untuk kampung batik Kriyan diluncurkan tahun depan," ujarnya.

Penciptaan kampung wisata sendiri, menurutnya, bukan sesuatu hal yang mudah. Sebelum diproyeksikan sebagai kampung wisata, kampung bersangkutan musti punya embrio yang sudah ada sejak dulu, yang mencirikan keunikan diri dibanding kampung lainnya.

Dia menuturkan, Kanoman Utara misalnya, dikenal sebagai kampung seni sejak lama. Selain itu, kampung Batik Kriyan, meski terbilang baru, memiliki kekhasan seperti batik yang dibuat dengan pewarna alam. Lain halnya dengan Bendakerep yang masyarakatnya dikenal religius dan masih menganut nilai-nilai konservatif.

"Jadi, kami tinggal mengarahkan saja. Masyarakat sekitar juga harus mendukung," cetusnya.

Realisasi kampung wisata pun memerlukan dukungan sejumlah instansi pemerintah, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataraan Ruang yang berperan dalam mewujudkan infrastruktur yang baik.

AYO BACA : Menjangkau Asa di Lemahwungkuk: Balita Itu Bernama Batik Kriyan

Sementara, Ketua Kampung Wisata Seni Kanoman Utara, Elang Mamat Nurachmat mengemukakan, tanpa sengaja dipoles sebagai kampung wisata, sejatinya kampung wisata seni di RW 10 Kanoman Utara sudah terbentuk sebagai kampung seni. Di sini, sehari-hari digelar latihan gamelan, menari, dan sebagainya.

"Sejak dulu memang sudah seperti ini," tegasnya.

Pusat kampung seni di Kanoman Utara sendiri berupa Sanggar Kelapa Jajar, yang kerap dipenuhi siswa yang berlatih kesenian. Tak jarang, Sanggar Kelapa Jajar pun membantu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dengan mengirimkan instrukturnya.

Meski telah terbentuk sebagai kampung seni, dia menilai kantong-kantong wisata tetap perlu didirikan di Kota Cirebon. Targetnya tentu mencapai 2 juta wisatawan, sekaligus menciptakan perekonomian yang kuat di tengah masyarakat.

Menurutnya, kelak setelah diresmikan sebagai kampung wisata, akan ada pelajaran menari, menabuh gamelan dengan cepat, hingga melukis topeng, bagi para wisatawan yang datang kemari.

"Kami punya trik seseorang bisa belajar menabuh gamelan dengan cepat. Dia bisa belajar lagi kalau memang butuh pendalaman," bebernya.

Kampung seni Kanoman Utara sendiri berlokasi tepat di belakang Masjid Agung Kanoman.

AYO BACA : 5 Persen Penduduk Jawa Barat Pengguna Narkoba

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->