Menambang Ilegal di Argasunya, Tiga Orang Diamankan Polisi

  Jumat, 09 Agustus 2019   Erika Lia
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy menunjukan sejumlah bukti dalam kasus dugaan penambangan ilegal di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Tiga orang ditetapkan tersangka. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Diduga terlibat penambangan bahan galian industri (Galian C) ilegal di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, tiga orang diamankan Polres Cirebon Kota.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial WS dan MA yang diamankan di Kampung Surapandan, serta S yang diamankan di Kampung Cibogo. Ketiganya diketahui melakukan aktivitas penambangan di lokasi yang dilarang Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

"Ketiga tersangka tetap nekat (menambang), padahal di sana sudah dilarang," kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, Jumat (9/8/2019).

Dia memastikan, ketiga tersangka pun tak mengantongi izin apapun. Pihaknya menduga, para tersangka telah lama melakukan penambangan ilegal di kawasan Argasunya tersebut.

AYO BACA : Pemadaman Api di Gunung Ciremai Terkendala Angin Kencang

Para tersangka sendiri memiliki peran berbeda dalam aktivitas ilegal itu. WS diketahui merupakan pengelola, MA sebagai pemilik lahan, sedangkan S sebagai ketua yayasan yang melakukan penambangan ilegal.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tujuh unit eskavator (beko), tiga buah penyaring pasir, akta pendirian yayasan, dan lainnya. Polisi juga mengantongsi surat teguran penghentian aktivitas penambangan dari instansi pemerintah terkait.

Pihaknya telah meminta keterangan dari Cabang Dinas ESDM Provinsi Jabar Wilayah VII Cirebon, DPMPTSP Jabar, dan DPUPR Kota Cirebon. Dia pun memastikan, ketiga tersangka diduga telah melanggar larangan yang telah ditetapkan otoritas setempat.

"Para tersangka dijerat Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral, dan Batubara, dengan ancaman hukuman maksimal penjara sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar," tuturnya.

AYO BACA : Memanfaatkan Gondola Sebagai Alat Trasportasi Pertanian

Meski begitu, para tersangka sejauh ini tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. Dia pun berjanji merampungkan selekasnya berkas kasusnya sebelum kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon.

Roland mengungkapkan, meski telah dilarang dan ditutup bertahun-tahun lalu, penambangan masih kerap ditemukan dilakukan di sekitar lokasi. Padahal, pihaknya bersama instansi lain beberapa kali telah mengimbau ihwal larangan penambangan di kawasan tersebut.

"Kami sudah sering mengimbau, meski ada saja yang masih membandel," cetusnya.

Sebelum mengamankan ketiga tersangka, dia mengklaim, telah menegur langsung para terduga pelaku itu untuk menghentikan aktivitasnya. Tindakan pidana pun akhirnya dilakukan kepolisian setelah teguran tak diindahkan ketiga tersangka.

Dia mengingatkan, kondisi di kawasan tersebut telah rusak. Selain itu, situasinya dinilai membahayakan bagi lingkungan maupun masyarakat.

AYO BACA : Hewan Kurban Sehat Harus Diperhatikan dari Asupannya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->