Pengemudi Bus Safari Salatiga Dinilai Lalai

  Selasa, 18 Juni 2019   Erika Lia
Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Atik Suswanti (paling kiri) saat menjenguk korban kecelakaan maut Tol Cipali di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/6/2019). (Erika Lia/ayocirebon)
MAJALENGKA,AYOCIREBON.COM--Tak hanya aksi Amsor yang diduga menyerang dan mengambil alih kemudi Bus Safari Salatiga, kecelakaan maut di Tol Cipali KM 150, Kabupaten Majalengka, juga tak lepas dari faktor kelalaian pengemudi bus.
 
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono mengungkapkan, pengemudi bus, Roni Marttampubolon, dinilai lalai karena menggunakan handphone saat mengemudi. Akibatnya, ketika ada kejadian tak terduga, dalam hal ini aksi penyerangan oleh Amsor, Roni tak siap.
 
"Supir juga lalai karena menggunakan handphone saat sedang mengemudi. Dia tambah kaget ketika tersangka Amsor menyerang," tuturnya kepada Ayocirebon.com, Selasa (18/6/2019).
 
Karena itu, dia mengingatkan setiap pengemudi kendaraan bermotor agar tak menggunakan handphone saat berkendara. Penggunaan handphone kala berkendara dapat memecah konsentrasi sehingga berpotensi membayakan diri dan orang lain.
 
Dalam kecelakaan maut itu sendiri, sebagaimana diketahui, Roni menjadi salah satu dari 12 korban tewas. Sejauh ini, kepolisian pun masih melakukan penyidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi-saksi korban.
 
Hingga Selasa siang, setidaknya 14 korban luka masih dirawat di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Sementara di RSUD Cideres, Kabupaten Majalengka, dua orang juga menjalani perawatan.
 
"Dari 14 orang di RS Mitra Plumbon, salah satunya inisial A (Amsor). Kondisinya saat ini masih kritis, masih ada di ruang ICU," kata Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Atik Suswanti saat di RS Mitra Plumbon.
 
Dengan kondisi Amsor di ruang ICU, lanjutnya, investigasi kecelakaan belum dapat dilakukan. Namun dia memastikan, pemindahan terhadap Amsor akan tetap dilakukan mengingat kejadian ini terindikasi akam dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Majalengka.
 
Hanya, pihaknya belum dapat mengetahui waktu pemindahan Amsor. Untuk ini, kepolisian akan berkoordinasi dengan RS Mitra Plumbon maupun rumah sakit di Majalengka yang memungkinkan menerima perawatan Amsor berikutnya.
 
Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sepuluh saksi. Hanya korban luka berat yang belum dimintai keterangan dengan alasan simpati.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->