Begini Asal Usul Nama Tahu Gejrot

  Senin, 15 Oktober 2018   Faqih Rohman Syafei
Tahu Gejrot. (Faqih Rohman Syafei/Ayocirebon.com)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Kurang afdol rasanya bila sedang berkunjung ke Cirebon tidak mencicipi kuliner khasnya. Salah satu kuliner yang banyak diburu wisatawan adalah tahu gejrot.

Kuliner tahu gejrot berasal dari Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Kuliner ini berbahan dasar tahu gembos yang dipotong kecil-kecil lalu disiram dengan kuah berwarna coklat dari gula merah.

Untuk menemukan penjual tahu gejrot di Cirebon tidak sulit, bahkan bisa dikatakan hampir disetiap pojok Cirebon mudah ditemukan. Dahulu pedagang tahu gejrot memikul dagangannya, tetapi kini memakai gerobak dorong.

Popularitas tahu gejrot, tidak hanya terkenal di Cirebon saja tetapi sudah merambah ke daerah lainnya. Harganya yang murah menjadikan kuliner ini bisa dinikmati semua kalangan.

Budayawan Cirebon, Nurdin M Noer menerangkan kemunculan kuliner tahu gejrot tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan pabrik-pabrik tahu milik orang keturunan Tionghoa yang berada di Desa Jatiseeng. Di tengah situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu pada waktu itu, banyak warga pribumi yang bekerja menjadi buruh di pabrik tahu.

AYO BACA : Tahu Gejrot Pak Wardi yang Terkenal

"Sebelum tahun 1950-an, keadaannya tidak stabil banyak warga sekitar kerja di pabrik untuk memenuhi kebutuhan," katanya, Senin (15/10/2018).

Setelah keadaan sudah membaik,  banyak dari pemilik pabrik mulai mencari peruntungan baru dan meninggalkan usaha pembuatan tahu. Banyak dari para buruh yang kemudian membuat usah tahunya sendiri.

"Karena sudah lama bekerja di pabrik tahu, para buruh memiliki keterampilan membuat tahu. Kemudian pada masa inilah, tahu gejrot semakin populer dan disukai banyak orang," jelasnya.

Dia menjelaskan nama tahu gejrot muncul karena kebiasaan dari para penjualnya yang menaruh air gula merah dalam botol atau gendul. Pada proses penyajiannya, bahan-bahan pelengkap lainnya diulek pada piring gerabah, setelah halus lalu disiram air gula merah.

"Dari lubang botol dikucurkan air gula merah yang digejrotkan lalu menimbulkan bunyi jrot-jrot. Karena itulah kuliner tersebut dinamai tahu gejrot karena berbahan tahu dan air gula merah," pungkasnya.

AYO BACA : Kue Gonjing Jajanan Tempo Dulu Yang Masiu Diburu Pecinta Kuliner

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar