Terkait Isu Mahar, Gakkumdu Panggil Ketua DPD PKS Kota Cirebon

  Selasa, 16 Januari 2018   Faqih Rohman Syafei
Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso, usai pemeriksaan di kantor Panwaslu Kota Cirebon

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Tim Gakkumdu Kota Cirebon kembali memanggil sejumlah pihak terkait adanya praktik mahar politik di Pilkada Kota Cirebon. Kali ini Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H. Karso dimintai keterangannya selaku pihak tertuduh, Selasa (16/1/2018).

Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo, mengatakan pemeriksaan terhadap H. Karso berlangsung selama setengah jam. Sebanyak 24 pertanyaan dilayangkan kepada Karso oleh untuk mencari titik terang. 

"Ada 24 pertanyaan yang mengarah ke duduk persoalan mahar politik," ujarnya di Kantor Panwaslu Kota Cirebon, Selasa (16/1/2018).

Menurutnya, Karso tidak mengetahui adanya praktik mahar politik yang dituduhkan Brigjen Siswandi terhadap partainya. "Tidak tahu adanya praktik tersebut," ucap Susilo berdasarkan keterangan Karso.

Dia menjelaskan sampai sejauh ini di media massa muncul dugaan terhadap oknum anggota PKS yang berinisial A dan berdomisili di Kota Bandung. Pihaknya diminta agar segera mencari tahu siapa orang tersebut, kemudian akan dilakukan pemanggilan.

"Akan telusuri lagi dan cari informasii jika sudah tahu akan layangkan surat pemanggilan," beber Susilo. 

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Cirebon H. Karso menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu adanya praktik tersebut. Karena ketika itu, dirinya mengaku sedang disibukkan dengan urusan persyatan pendaftaran pasangan Siswandi - Euis. 

"Terus terang saya tidak tahu prosesnya, waktu itu sibuk urusi proses bahan-bahan syarat calon untuk daftar," ungkapnya. 

Sedangkan oknum yang berinisial A tersebut, Karso menjelaskan tidak tahu namanya. "Bisa saja A itu Agus, Apendi, Asep atau lainnya," ucapnya.

Karso mengungkapkan tidak turunnya surat rekomendasi kepada pasangan Siswandi - Euis di Pilkada Kota Cirebon, karena DPW PKS Jabar merasa kecolongan dengan munculnya nama Euis sebagai calon Wakil Wali Kota Cirebon.

"DPW tidak diajak bahas nama itu, kami pun tidak. Tidak turun rekomenadsi karena tidak tahu visi dan misinya, serta bagaimana dan komitmennya," pungkas Karso. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar