Kaleidoskop: Pergelaran Budaya Dominasi Acara Besar di Cirebon

  Rabu, 27 Desember 2017   Faqih Rohman Syafei
Pertunjukkan seni di acara Festival Keraton Nusantara.

CIREBON, AYOCIREBON.COM --Tak terasa tahun 2017 akan segera berakhir dalam hitungan jari. Terdapat begitu banyak momen yang terjadi Cirebon di sepanjang tahun 2017 ini. Ayocirebon mencoba merangkum beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di Cirebon ditahun 2017.

Pada bulan Maret Keraton Kanoman Cirebon menggelar pentas seni Drama Tari Musikal Kolosal yang berjudul "Cahya Sumirat Dukuh Caruban 2". Pentas seni ini melibatkan sekitar 250 orang seniman dari Kota dan Kabupaten Cirebon dan dihadiri oleh sekitar 2000 penonton. Pertunjukan ini mengkisahkan tentang ungkapan rasa kebahagiaan Kerajaan Cirebon yang lepas dari kekuasaan Kerajaan Galuh.

Lalu memasuki April, sebanyak 780 ulama perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin dalam rangka mengikuti Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Dalam kegiatan ini digelar seminar internasional, seminar nasional yang terdiri dari diskusi panel sejarah, strategi dakwah yang mengangkat isu-isu kontemporer, serta musyawarah fatwa tentang persoalan bangsa. 

Selain itu para pembicara yang turut hadir banyak yang berasal dari luar negeri seperti dari negara Afghanistan, Pakistan, Malaysia, Arab Saudi, dan Nigeria. Terdapat tiga hasil dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia yaitu kekerasan seksual, perkawinan anak, dan perusakan lingkungan.

Di bulan Mei tepat tanggal 1 Mei 2017, ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) melakukan demonstrasi dengan berkonvoi kendaraan mulai dari Ramayana Plered sampai ke Kantor Pemkab Cirebon dengan membawa tuntutan buruh.

Di bulan yang sama Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar Tradisi Ruwahan Nisfu Syaban jelang bulan Ramadhan. Tradisi ini rutin dilakukan setiap 14 -15 hari menjelang puasa. Rangkaian Ruwahan dimulai dengan salat Ashar berjamaah di Mesjid Sang Cipta Rasa dan diakhiri dengan berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati. 

Kemudian pada Agustus, Keraton Kasepuhan Cirebon untuk pertama kalinya menggelar upacara kemerdekaan di kompleks Keraton Ksepuhan yang diikuti ratusan dari internal dan ekseternal keraton kasepuhan.

Peristiwa penting lainnya di bulan Agustus adalah pada tanggal 25 ketika KRI Dewaruci berlabuh di Pelabuhan Cirebon. Ribuan masyarakat se-wilayah Ciayumajakuning berkumpul untuk menyaksikan kemegahan KRI Dewaruci. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon Letkol Yustinus Rudimanan mengatakan kedatangan Dewaruci dalam rangka menularkan semangat kemaritiman kepada generasi muda dan juga mendukung visi dan misi pemerintah Indonesia sebagai poros matitim dunia.

Pada September 2017 Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar acara "Gelar Budaya Nusantara" selama tiga hari dari tanggal 5 - 7 September 2017 di Taman Air Goa Sunyaragi Cirebon. Gelar budaya ini merupakan pra-event untuk menyambut acara puncak Festival Keraton Nasional.

Dalam gelar kebudayaan ini ditampilkan berbagai macam kesenian tradisional dan kontemporer seperti Pagelaran Kupu Tarung, Angklung Bungko, Tari Palagan Nyimas Gandasari, Sundanis Hip Hop, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat Mino Planetarium dari Lapan pada malam harinya yang dipadati oleh anak-anak beserta para orang tuanya. 

Di pertengahan September, digelar acara Festival Keraton Nasional (FKN) di Alun-alun Kasepuhan Cirebon. Ribuan pasang mata tertuju ke acara FKN lantaran telah menunggu lama sekitar 20 tahun. Sekitar 100-an Keraton yang berasal dari seluruh wilayah Nusantara ikut serta, dan turut hadir perwakilan dari beberapa kerajaan dari luar negeri. 

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadinigrat mengatakan FKN ini bertujuan merekatkan kembali tali silaturahmi serta menjaga persatuan dan kesatuan  NKRI. Acara yang digelar di tiga Keraton yang ada di Kota Cirebon dari Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebon, mengyuguhkan berbagai macam pertunjukan kesenian dan pameran benda pusaka lainnya. 

Terakhir di bulan Desember,  tepatnya pada tanggal 13 digelar peringatan Hari Nusantara di Dermaga Muara Jati Pelabuhan Cirebon. Hari yang mengacu pada Deklarasi Djuanda tahun 1957 ini diramaikan dengan beragam atraksi dari TNI Angkatan Laut mulai dari terjun payung, aksi penyelamatan dan lain sebagainya. Selain itu ditampikan pula kesenian asli Cirebon seperti Tari Topeng, Pencak Silat dan lain-lain. 

Pada acara ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa pemerintah dengan sangat serius menjadikan program Tol Laut sebagai penopang perekonomian Indonesia karena Indonesia merupakan poros maritim dunia. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar