Keraton Kasepuhan Cirebon Kutuk Keras Pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel

  Jumat, 08 Desember 2017   Faqih Rohman Syafei

CIREBON, AYOCIREBON.COM --Keraton Kasepuhan Cirebon mengecam keras pengakuan sepihak yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Kota Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

Sultan Sepuh XIV PRA Areif Natadiningrat mengatakan tindakan tersebut merupakan tindakan sepihak yang bisa menimbulkan polemik baru dan juga beragam reaksi keras dari berbagai kalangan, hormati Palestina sesuai sejarahnya dan wilayahnya. 

Selainitu pengakuan tersebut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimana Amerika Serikat merupakan anggota tetapnya. 

"Kami mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai Ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, tindakan ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," ujarnya kepada Ayocirebon melalui pesan singkat, Kamis (7/12/2017).

Arief meminta kepada semua pihak untuk tetap konsisten dan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya dan hak-haknya sesuai dengam amanah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Lanjutnya, menurut Ia bila perlu kita mendesak Pemerintah Indonesia untuk terus berkomunikasi dengan negara-negara anggota OKI untuk segera melakukan sidang khusus yang membahas persoalan ini, dan mendesak kepada PBB untuk melakukan sidang guna menyikapi hal ini. 

"Pemerintah harus bersikap tegas dalam persoalan ini, dengan mengumpulkan negara anggota OKI bahas ini dan juga desak PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," kata Arief

Arief mengajak seluruh elemen Bangsa Indonesia berdoa bersama untuk Bangsa Palestina agar senantiasa mendapat perlindungan, kedamaian dan segera mendapatkam kemerdekaan. 

"Ayo kita bersama-sama berdoa untuk saudara-saudara kita di Palestina," pungkasnya. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar