Warga Gebang Mekar Ikuti Tes HIV/AIDS

  Kamis, 07 Desember 2017   Faqih Rohman Syafei
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengisi formulis tes HIV/AIDS di Desa Gerbang Mekar, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/12). (AyoCirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Ratusan warga dari Desa Gebang Mekar mengikuti kegiatan tes HIV/AIDS di halaman Kantor Balai Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dalam rangka memperingati Hari Aids sedunia, Kamis (7/12/2017).

Ketua KPA Jawa Barat, Yoyoh mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program KPA Jawa Barat guna menanggulangi atau menangkal penularan penyakit HIV/AIDS yang dalam hal ini untuk warga di kalangan nelayan Desa Gebang Mekar. 

"Semoga dengan adanya ini bisa membantu pencegahan HIV/AIDS sejak dini, dan alhamdulillah selama tiga tahun ini sudah tidak ditemukan lagi penyakit HIV/AIDS di sektor pelabuhan," ujarnya kepada awak media, Kamis (7/12/2017).

Ia menambahkan, kegiatan ini bisa terselenggara dengan dibantu oleh pihak-pihak terkait, diantaranya Pelindo II, KSOP, instansi pemerintah dan laim sebagainya. "Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan men-support kegiatan ini," kata Yoyoh.

Sementara itu, Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyebutkan jika penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah Jawa Barat cukup tinggi, bahkan secara nasional menduduki peringkat kedua untuk penyakit HIV, sedangkan untuk penyakit AIDS ada di peringkat keenam.

"Kita diperingkat kedua HIV setelah Jawa Timur dan HIV keenam, dari tahun 1989 hingga Juli 2017 terdapat 29.533 kasus HIV dan penyakit AIDS ada 8.043 orang," ungkapnya.

Selanjutnya, Iwa menjelaskan, berdasarkan data yang ada, diperlukan sebuah upaya serius, sistematis, tegas, tepat dan terintegrasi dari seluruh komponen stakeholder yang ada. Menurutnya sampai saat ini banyak dari masyarakat yang belum tahu tentang penularan dan pencegahan dari penyakit ini.

"Penyakit ini bisa tertular melalui penggunaan narkoba jarum suntik secara beramai-ramai, seks bebas dengan berganti-ganti pasangan, dan juga seks sesama jenis," jelas Iwa.

Iwa pun berharap dengan adanya kegiatan semacam ini bisa mencegah penularan penyakit HIV/AIDS di kalangan masyarakat luas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar