Puti Guntur Soekarnoputri Temui Kiai Adib Rofiuddin di Buntet Pesantren

  Kamis, 10 Agustus 2017   Faqih Rohman Syafei
Kedatangan Puti diterima langsung oleh Pengurus Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kyai Adib Rofiuddin, di kediamannya Kamis (10/8).

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Puti Guntur Soekarnoputri, menyambangi Pondok Buntet Pesantren Cirebon dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan kemerdekaan, Kamis (10/8/2017).

Kedatangan Puti diterima langsung oleh Pengurus Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kiai Adib Rofiuddin, di kediamannya.

Puti mengungkapkan bahwa kedatangannya ini untuk menyambung silaturahmi kebangsaan yang merupakan amanah dari perjuangan kakeknya yakni Bung Karno, terlebih menjelang kemerdekaan dan dalam situasi politik sekarang bahwasanya kemerdekaan Indonesia itu tidak terlepas dari peran para santri dan kyai yang sejak dulu sudah mempunyai kedekatan dengan tokoh-tokoh nasionalis. 

"Kesini itu dalam rangka menyambung silaturahmi kebangsaan dan kemerdekaan serta jangan lupa bahwa santri dan kyai itu punya andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia," ujarnya kepada awak media di Pondok Buntet Pesantren, Kamis (10/8/2017).

Selain itu, Puti dengan Kiai Adib membahas permasalahan pendidikan yang sekarang ini menjadi perhatiannya lantaran duduk sebagai di Komisi 10 DPR RI yang membidani Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, pesantren punya tugas penting dan bisa dijadikan pondasi dalam menopang permasalahan mengenai kebangsaan dan keberagaman dan toleransi beragama serta pembangunan akhlak atau character building

"Kita membicarakan terkait pendidikan anak bangsa, sistem apa yang terbaik untuk membangun akhlak mereka, kalau kata Bung Karno ini adalah character building, tadi juga dijelaskan sama pak kyai bahwa santri yang mondok dan sekolah disini diajarkan rasa cinta bangsa, akhlak mulia dan moral, karena 20 - 30 tahun mendatang mereka yang akan memimpin bangsa ini," katanya.

Puti pun mengingatkan masyarakat bahwa sejarah itu penting bagi pembentukan charater building generasi muda bangsa Indonesia. Diibaratkan sejarah itu sebagai kaca benggala, panutan dan tuntunan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Kiai Adib mengatakan bahwa pihaknya dengan keluarga Bung Karno mempunyai hubungan emosional yang sangat erat, sehingga dengan kedatangan Puti ini sudah bukan hal yang aneh lagi dalam menyambung dan menjaga tali silaturahmi yang sudah lama terjalin.

"Dari dulu dengan keluarga Pak Karno sudah ada hubungan spesial disamping tadi disampaikan permasalahan pendidikan karakter bangsa dan kebangsaan sama dengan pesantren," ucapnya. (Faqih Rohman)
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar