Ini Agenda Tradisi dan Agama Selama Bulan Ramadan di Keraton Kasepuhan

  Minggu, 28 Mei 2017   
Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat memukul bedug sebagai bentuk tradisi dugdag di Masjid Sang Cipta Rasa, Cirebon. (AyoCirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Keraton Kasepuhan Cirebon akan mengadakan beberapa kegiatan yang bernuasakan tradisi dan Islami sebulan penuh dalam rangka mengisi waktu di bulan Ramadan, agar umat senantiasa mengingat Tuhan Yang Maha Esa. 

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menuturkan, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan warisan dari para Wali Songo yang bertujuan mengajak masyarakat pada masa itu untuk terus mengerjakan ibadah di bulan Ramadan. Selain mengerjakan ibadah wajib, para Wali Songo mengajak masyarakat mengerjakan ibadah sunah, seperti taraweh, salat malam, dzikir doa, dan tadarus Al-Qur'an. 

"Di bulan Ramadan ada beberapa agenda dugdag dan taraweh, tadarus di Langgar Alit, Malemam tanggal 20 Ramadan, dan seterusnya," ujar Sultan Sepuh kepada AyoCirebon beberapa waktu lalu.

Sultan menjelaskan jika tradisi-tradisi pada bulan Ramadan di Keraton Kasepuhan didahului dengan Tradisi Dugdag atau memukul bedug di Mesjid Sang Cipta Rasa selama satu sampai dua jam di akhir bulan Syaban atau waktu Ba'da Ashar yang menandakan masuknya bulan Ramadan.

Dugdag ini pun akan terus dilakukan selama sebulan penuh selama bulan Ramadan sebagai tanda untuk membangunkan sahur. "Dimana masyarakat  mengatahui tanda masuk bulan Ramadan dengan dugdag ini, kalau sekarang sih ada tv atau pengumuman ada radio, kalau dulu belum ada ratusan tahun lalu dipakailah dugdag ini," jelas Sultan. 

Sultan merasa prihatin, sebab jelang bulan Ramadan pada tahun ini banyak peristiwa teror bom yang terjadi. Salah satunya yang beberapa waktu lalu terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur yang merengut korban jiwa. Untuk itu beliau mengajak kepada seluruh umat pada bulan Ramadan ini agar cooling down, tafakur dan berdoa supaya mawas diri agar tidak terpancing oleh hal-hal yang dapat memecah belah bangsa dan negara. 

"Ramadan ini kita fokus untuk beribadah ke Allah SWT dengan puasa, banyak doa, dzikir dan baca Al-Qur'an kalau bisa sadaqoh, infaq dan zakat," pungkasnya.

(Faqih Rohman Syafei)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar