Kutuk Pelaku Teror Bom, Pemkot Cirebon Tingkatkan Keamanan

  Jumat, 26 Mei 2017   
Ilustrasi -- Suasana lokasi pasca-ledakan bom Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (23/5). (Twitter/@infobencana)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah Kota Cirebon mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta pada Rabu, 23 Mei 2017 kemarin. Sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal yang sama, semua warga masyarakat Kota Cirebon diminta agar meningkatkan kewaspadaannya. 

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan terkait bom di Jakarta. Pada kesempatan ini juga kami forum pimpinan daerah Kota Cirebon sangat berduka dan mengucapkan duka cita mendalam kepada para korban," ujar Walikota Cirebon, Nasrudin Azis kepada AyoCirebon, Kamis (25/5/2017).

Jika semua elemen masyarakat mulai dari Polisi, TNI dan warga di Kota Cirebon waspada, Azis yakin oknum-oknum yang ingin melakukan teror akan menjauh dan tidak berani memasuki wilayah Kota Cirebon. Lebih lanjut, Azis mengimbau kepada warga bila mengetahui atau mendapat informasi yang mencurigakan untuk segera melaporkannya ke aparat keamanan. 

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP, Adi Vivid mengatakan, pihaknya telah memperkuat anggotanya mulai dari tingkat makro dengan menggandeng Kodim untuk melakukan patroli bersama. Diinstruksikan pula kepada seluruh jajarannya agar tidak melakukan tugas seorang diri ataupun bergerombol.

Adi menjelaskan bahwa kita semua tidak boleh lemah menghadapi ancaman atau teror yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Jika kita siap, mereka (pelaku teror) akan berpikir ulang untuk meneror atau menghadapi anggota yang siaga,” tegasnya.

Melihat kejadian teror bom di Kampung Melayu, Jakarta kemarin, yang menjadikan polisi sebagai sasaran, Adi menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, utamanya yang berseragam, untuk tidak melaksanakan tugas secara individu. “Artinya di sekitar mereka ada anggota Reskrim atau Intel yang menjaga. Ada back up, bila ada serangan maka yang back up akan membantunya," tambahnya menjelaskan. 

Adi menambahkan, pihaknya juga telah mengimbau kepada Babinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah agar terus bersinergi terkait pengawasan atau kunjungan supaya terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Adapun juga, anggota Densus 88 dan Tim dari Polres yang sampai sekarang tinggal telah memonitor pergerakan kelompok-kelompok tertentu. 

"Alhamdulillah sampai saat ini ada beberapa jaringan yang kegiatannya masih normal belum terlihat ke arah menyerang," pungkasnya. 

(Faqih Rohman Syafei)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar